Minggu, 22 Juli 2012

Syaikh Abdurrahman Al Muallimi yang tawadlu'


Sahabat Pena yang budiman, edisi 3 Ramadhan kali ini Pena akan menyuguhkan tentang contoh akhlaq mulia dari seorang alim yang berasal dari Yaman, beliau adalah Syaikh Abdurrahman Al Muallimi (1312 H - 1386 H/1892 M-1966 M) yang masyhur dengan tahqiq (editing) ilmiah karya-karya ulama, terutama muhadditsin, semisal tahqiq beliau terhadap kitab "Al Ansab" milik As Sam'ani. Beliau juga terkenal dengan beberapa tulisan yang menunjukkan kadar keilmuan beliau yang mumpuni, seperti "At Tankil" buku beliau sebagai bantahan terhadap Zahid Al Kautsari, Al Qaid Ila Shahih Al I'tiqad dan yang lainnya.

Alkisah pada suatu waktu, Muhaddits Syaikh Ahmad Syakir ingin melihat langsung  Syaikh Al Muallimi, maka beliau datang ke Maktabah Al Haram di Makkah dan bertemu dengan direkturnya Syaikh Abdullah As Shani'; ketika  beliau berdua mengobrol santai, datanglah Syaikh Al Muallimi membawakan teh dan air putih untuk Syaikh Ahmad Syakir dan Syaikh Abdullah As Shani', kemudian Syaikh Al Muallimi meninggalkan beliau berdua untuk membaca. Setelah itu Syaikh Ahmad Syakir bertanya kepada Syaikh Abdullah As Shani' dengan dialek Arab Mesir " Auz Assuf As Syaikh Al Muallimi" "Saya ingin  melihat Syaikh Al Muallimi". Maka Syaikh As Shani' menjawab : "yang tadi menghidangkan teh dan air putih untuk Anda itulah Syaikh Al Muallimi". Maka Syaikh Ahmad Syakir tidak menjawab dan hanya menangis. Subhanallah.

Dikutip dari Al Imam Abdurrahman bin Yahya Al Muallimi Al Yamani, jejak dan biografi. Ahmad bin Ghanim Al Asadi, Maktabah Ridwan Cairo, cetakan pertama 2006 M hal 35.

1 komentar:

  1. maaf baru singgah..
    sudah di tunggu karya karya besar dari sang penah ...... apa yang di goreskan dengan pena.. adalah goresan yang bermanfaat, let's chek it out

    BalasHapus

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...