Minggu, 18 November 2018


Tanggal Lahir Rasulullah Menurut Syaikh Albani
 -rahimahullah-
              
         Masyhur bagi umat Islam bahwa Rasulullah lahir hari Senin tanggal 12 Rabi’ al-Awwal Tahun Gajah*. Apakah pendapat ini diterima semua ulama Islam?, jawabannya adalah tidak. Paling jauh yang bisa dikatakan bahwa ini pendapat yang paling masyhur, namun hal ini belum dan sampai sekarang masih diperselisihkan ulama dengan pendapat hujjahnya masing-masing. Perbedaan tentang hal ini cukup banyak, ambil contoh yang disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam karyanya, al-Fushul Min Sirah ar-Rasul (hlm. 91) yang menyebutkan beberapa pendapat dalam masalah ini, antara: 1) tanggal 2, 2) tanggal 8, 3) tanggal 10, 4) tanggal 12. Semuanya di bulan Rabi' al-Awwal. Hal ini untuk menunjukkan belum adanya ijma’ dalam masalah ini.
      Lalu, apa pendapat yang diambil Ibnu Katsir?. Ibnu Katsir memilih pendapat bahwa lahirnya Rasulullah pada tanggal 2 Rabi’ al-Awwal. Abdu al-Ghani al-Maqdisi –penulis Umdah al-Ahkam- juga cenderung pada pendapat ini (Mukhtashar as-Sirah, hlm. 40).  
     Tarjih lain misalkan disebutkan oleh penulis beken Sirah, Shafiyurrahman al-Mubarakfuri –penulis ar-Rahiq al-Makhtum- dimana ia cenderung merajihkan tanggal 9 dengan mengatakan bahwa tanggal ini lebih sahih, dan tanggal 12 lebih masyhur (Raudhah al-Anwar, hlm. 9).
       Syaikh al-Albani  dalam Sahih as-Sirah an-Nabawiyah (hlm. 13) menyebutkan bahwa banyak sekali pendapat dalam masalah ini, namun semua riwayat tadi jika dikembalikan kepada Musthalah Hadist akan didapati bahwa semua pendapat tersebut semua muallaqah –tanpa sanad-. Pengecualiannya di tanggal 8 Rabi’ al-Awwal karena riwayat ini sanadnya sahih dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im, seorang tabi’in  yang mulia. Syaikh Albani menambahkan, mungkin karena hal ini pendapat ini dibenarkan oleh sebagian sejarawan** Islam seperti al-Hafidz Muhammad bin Musa al-Khawarizmi, dan menjadi pendapat yang dirajihkan Abu al-Khaththab bin Dihyah. Walaupun Syaikh Albani tidak menyangkal bahwa pendapat yang paling masyhur adalah tanggal 12. Wallahua’lam.

* Disebut tahun Gajah karena kedatangan pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, penguasa Yaman yang kisahnya disebutkan al-Qur’an dalam Surat al-Fil. Hal itu karena Bangsa Arab belum mengenal tahun angka, sehingga suatu tahun disebut dengan peristiwa masyhur yang terjadi di tahun tersebut. Sehingga misalkan perang Bu’ats  yang terjadi antara tahun 5 atau 6 sebelum hijrah antara Aus dan Khazraj di Madinah menjadi salah satu alternatif nama untuk penyebutan tahun tersebut. Bangsa Arab dan Umat baru mengenal tahun secara angka baru pada masa kekuasaan Umar bin Khattab pada tahun 16 H.
** Menurut Abdulllah bin Abdul Muhsin at-Turki, muhaqqiq al-Bidayah wa an-Nihayah (4/375), kalimat asalnya tertulis تاريخ dan hal itu tashif (salah cetak) padahal yang betul adalah زَيجُ yaitu karya dalam bidang astronomi (ilmu falak/perbintangan).

Referensi

ِِِAl-Albani, Muhammad Nashiruddin. 1428 H. Sahih as-Sirah an-Nabawiyah. Cetakan Pertama. Riyadh: Maktabah al-Maarif.
Ibnu Katsir. 1417 H. Al-Bidayah wa an-Nihayah. Tahqiq Abdulllah bin Abdul Muhsin at-Turki. Kairo: Hajar.
Ibnu Katsir. 1403 H. Al-Fusuh fi Surah ar-Rasul. Tahqiq Muhyiddin Mesto dan Muhammad ‘Id al-Khatrawy. Damaskus; Riyadh: Maktabah Ulum al-Qur’an; Dar at-Turats.
Al-Maqdisi, Abdu al-Ghani. 1424 H. Mukhtashar as-Sirah wa Sirah Ashabi al-‘Asyrah. Tahqiq Khalid as-Syayi’. Riyadh: Sulaiman bin Abdu al-Aziz al-Rajhi Charitable Foundation.  
Al-Mubarakfuri, Syafiyurrahman. 1430 H. Raudhah al-Anwar fi Sirah an-Nabiyyi al-Mukhtar. Riyadh: Wizarah as-Syu’un al-Islamiyah wa al-Awqaf wa ad-Dakwah wa al-Irsyad. Cetakan Keenam.

                                                                        Ngangkruk, 10 Rabi’ al-Awwal 1440 H
                                                                                          18 Nopember 2018


                                                                                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...