Tanggal Lahir
Rasulullah Menurut Syaikh Albani
-rahimahullah-
Masyhur bagi umat
Islam bahwa Rasulullah lahir hari Senin tanggal 12 Rabi’ al-Awwal Tahun Gajah*. Apakah pendapat ini diterima semua ulama
Islam?, jawabannya adalah tidak. Paling jauh yang bisa dikatakan bahwa ini
pendapat yang paling masyhur, namun hal ini belum dan sampai sekarang masih
diperselisihkan ulama dengan pendapat hujjahnya masing-masing. Perbedaan tentang hal ini cukup banyak,
ambil contoh yang disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam karyanya, al-Fushul Min
Sirah ar-Rasul (hlm. 91) yang menyebutkan beberapa pendapat dalam masalah
ini, antara: 1) tanggal 2, 2) tanggal 8, 3) tanggal 10, 4) tanggal 12. Semuanya di bulan Rabi' al-Awwal. Hal ini
untuk menunjukkan belum adanya ijma’ dalam masalah ini.
Lalu, apa pendapat
yang diambil Ibnu Katsir?. Ibnu Katsir memilih pendapat bahwa lahirnya
Rasulullah pada tanggal 2 Rabi’ al-Awwal. Abdu al-Ghani al-Maqdisi –penulis Umdah
al-Ahkam- juga cenderung pada pendapat ini (Mukhtashar as-Sirah, hlm. 40).
Tarjih lain misalkan
disebutkan oleh penulis beken Sirah, Shafiyurrahman al-Mubarakfuri –penulis ar-Rahiq
al-Makhtum- dimana ia cenderung merajihkan tanggal 9 dengan mengatakan bahwa
tanggal ini lebih sahih, dan tanggal 12 lebih masyhur (Raudhah al-Anwar, hlm.
9).
Syaikh al-Albani dalam Sahih as-Sirah an-Nabawiyah (hlm.
13) menyebutkan bahwa banyak sekali pendapat dalam masalah ini, namun semua riwayat
tadi jika dikembalikan kepada Musthalah Hadist akan didapati bahwa semua
pendapat tersebut semua muallaqah –tanpa sanad-. Pengecualiannya di tanggal
8 Rabi’ al-Awwal karena riwayat ini sanadnya sahih dari Muhammad bin Jubair bin
Muth’im, seorang tabi’in yang
mulia. Syaikh Albani menambahkan, mungkin karena hal ini pendapat ini dibenarkan
oleh sebagian sejarawan** Islam seperti al-Hafidz Muhammad bin Musa
al-Khawarizmi, dan menjadi pendapat yang dirajihkan Abu al-Khaththab bin Dihyah.
Walaupun Syaikh Albani tidak menyangkal bahwa pendapat yang paling masyhur
adalah tanggal 12. Wallahua’lam.
* Disebut tahun Gajah karena kedatangan pasukan bergajah yang
dipimpin oleh Abrahah, penguasa Yaman yang kisahnya disebutkan al-Qur’an dalam
Surat al-Fil. Hal itu karena Bangsa Arab belum mengenal tahun angka, sehingga
suatu tahun disebut dengan peristiwa masyhur yang terjadi di tahun tersebut.
Sehingga misalkan perang Bu’ats yang terjadi antara tahun 5 atau 6 sebelum
hijrah antara Aus dan Khazraj di Madinah menjadi salah satu alternatif nama
untuk penyebutan tahun tersebut. Bangsa Arab dan Umat baru mengenal tahun
secara angka baru pada masa kekuasaan Umar bin Khattab pada tahun 16 H.
** Menurut Abdulllah bin Abdul Muhsin at-Turki, muhaqqiq al-Bidayah wa
an-Nihayah (4/375),
kalimat asalnya tertulis تاريخ dan hal itu tashif (salah cetak) padahal yang betul
adalah زَيجُ yaitu karya dalam bidang astronomi (ilmu falak/perbintangan).
Referensi
ِِِAl-Albani, Muhammad
Nashiruddin. 1428 H. Sahih as-Sirah an-Nabawiyah. Cetakan Pertama. Riyadh: Maktabah al-Maarif.
Ibnu Katsir. 1417 H. Al-Bidayah
wa an-Nihayah. Tahqiq Abdulllah
bin Abdul Muhsin at-Turki. Kairo:
Hajar.
Ibnu Katsir. 1403 H. Al-Fusuh
fi Surah ar-Rasul. Tahqiq Muhyiddin Mesto dan Muhammad ‘Id al-Khatrawy. Damaskus; Riyadh: Maktabah Ulum al-Qur’an; Dar at-Turats.
Al-Maqdisi, Abdu al-Ghani.
1424 H. Mukhtashar as-Sirah wa Sirah Ashabi al-‘Asyrah. Tahqiq Khalid
as-Syayi’. Riyadh: Sulaiman bin Abdu al-Aziz al-Rajhi Charitable Foundation.
Al-Mubarakfuri, Syafiyurrahman.
1430 H. Raudhah al-Anwar fi Sirah an-Nabiyyi al-Mukhtar. Riyadh: Wizarah as-Syu’un al-Islamiyah wa
al-Awqaf wa ad-Dakwah wa al-Irsyad. Cetakan
Keenam.
Ngangkruk,
10 Rabi’ al-Awwal 1440 H
18 Nopember 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar