Hoaks menurut KBBI offline adalah berita bohong. Berita bohong ini membawa malapetaka di dunia dan akhirat bagi yang menyebarkan dan yang menjadi korban hoaks.
Usman sendiri menjadi khalifah sejak tahun 23-35 H sepeninggal Umar. Paruh pertama kekuasaan Usman adalah nikmat, pada paruh kedua kekuasaannya mulai muncul berita bohong yang menimbulkan keresahan dan kekacauan.
Kegoncangan itu terutama dipicu Abdullah bin Saba', seorang Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam untuk mengail di air keruh. Ia merekrut banyak orang untuk menimbulkan hoaks dan berita bohong berupa banyak tuduhan keji terhadap Usman. Tuduhan itu sendiri bentuknya bermacam-macam mulai dari keutamaan Usman yang salah dipahami semisal dibakarnya mushaf dan kemudian diganti mushaf Usman dengan kesepakatan shahabat, atau absennya Usman dari baiat Ridwan, padahal baiat itu terjadi untuk membela Usman. Adapula tuduhan yang sama sekali dusta semisal diberikannya seperlima rampasan perang penaklukan Afrika Utara kepada saudara tirinya, Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh. Adapula tuduhan yang berbau 'fanatisme buta' terhadap ahlu al-bait hanya karena sebagian gubernur berasal dari Bani Umayyah, kerabat Usman. Padahal fakta sejarah menunjukkan Bani Umayyah adalah para pemimpin Qurays di sisi Bani Hasyim karena mereka berada dalam satu ikatan, bani Abdu Manaf. Disisi lain jumlah gubernur dari kerabat Ali ketika ia berkuasa jauh lebih banyak dibanding Usman. Tapi, hoaks ini sudah kadung tersebar terutama di Mesir, Bashrah, dan Kufah, karena itu tak heran jika kelompok yang 'ngluruk' datang ke Madinah dari 3 daerah ini.
Seruan mereka satu, Usman harus lengser!. Seems familiar?. Bayangkan, bagaimana mereka berani menuntut manusia terbaik kala itu dan khalifah yang sah hanya karena hoaks, berita bohong yang simpang siur.
Apakah Usman menuruti tuntutan orang-orang munafik tadi?, tentu tidak, karena mertuanya dan manusia terbaik sejagad telah bersabda untuk tidak turun meski dituntut lengser olah orang-orang munafik. Ya, para pemberontak itu yang dikatakan munafik oleh nabi dan junjungan umat Islam, Muhammad shallahuaalaihiwasallam.
Namun, setelah mengepung rumah Usman selama sekitar 40 hari mereka masuk melalui loteng rumah dan membunuh Usman hingga darahnya menetes ke mushaf yang dibacanya, ia terbunuh ketika berpuasa, bersabar, dan mengharap janji Rasulullah bahwa ia akan masuk surga atas bala musibah yang menimpanya.
Kelak, pembunuhan Usman ini menjadi sebab fitnah yang pengaruhnya masih bisa dirasakan hingga masa Ibnu Taimiyah, sebagaimana disebutkannya sendiri. Penulis katakan, bahkan sampai sekarang masih terasa.
---------------------------------------
Fawaid:
1. Yahudi dan Nashara tidak akan rela dengan agama Islam hingga umat mengikuti agama mereka.
2. Jejak Ibnu Saba' tetap ada, sebagaimana nampak dalam kisah ini, kelompok Sabaiyah yang menuhankan Ali, dan juga Syi'ah.
3. Ibnu Saba' itu nyata dan bukan khayalan sebagaimana dikatakan Thaha Husain al-Masri - dedengkot dan murid orientalis--dan Quraish Shihab - meski kemudian sudah dibantah tulisan santri salah satu pondok Nahdliyyin di Jawa Timur-. Secara timbangan ilmu Hadist keberadaannya berdasar sanad yang bisa dijadikan hujjah.
Wallahua'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar