peta dari nationonline.org
Barbar bisa
dikatakan bangsa yang lebih awal tinggal di wilayah Maghrib[1]
sebelum kedatangan Umat Islam. Terdapat perbedaan apakah mereka keturunan Arab
atau tidak. Istilah Barbar sendiri bukan berasal dari mereka sendiri, namun
sebutan orang Romawi terhadap orang yang tidak berbahasa Latin dan Yunani,
sedangkan mereka menyebut diri mereka sendiri dengan Amazigh, yang bermakna
musafir atau petualang yang bebas[2].
Bagi
penulis, penggunaan istilah ini menjadi bukti penulisan sejarah yang
Eropasentris, karena jika pendapat ini yang diambil dan melihat fakta yang
sejarah sekarang yang menunjukkan Barbar sebagai istilah yang digunakan untuk
menyebut istilah bangsa yang bengis, kasar, dan jahat. Apa Romawi tidak kalah
bengis dan jahat?.
Sisi kedua adanya kecenderungan unsur Islamophobia, karena setelah pembukaan wilayah Islam mereka berbondong-bondong masuk Islam, ditambah
lagi kebijakan asimilasi yang diterapkan para gubernur Afrika Utara dari Uqbah
bin Nafi’, Abu al-Muhajir Dinar mawla Maslamah bin Mukhallad, Zuhair bin
Qais al-Balwi, dan Hassan bin Nu’man al-Ghassani. Karena itu muncul tokoh besar
mereka seperti Tariq bin Ziyad, yang namanya diabadikan sebagai nama selat
antara Afrika dan Iberia yaitu Gibraltar, dan nama negara sangat kecil yang
tunduk ke Inggris, yaitu Gibraltar juga. Nama ini muncul dari hasil penyesuaian
pelafalan nama Thariq bin Ziyad ke bahasa mereka. Kelak muncul dinasti seperti
Muwahhidun/Mohads yang notabene orang Amazigh/Barbar. Kelak muncul tokoh
seperti Ibnu Ajurrum, penulis matn beken Nahwu, Ajurrumiyah yang
notabene ia berasal dari kabilah Shanhaj yang merupakan bagian dari
Amazigh/Barbar.
Wallahua’lam.
Ngangkruk, 29 Rajab 1440 H/04 April 2019 M pkl. 09.47 WIB.
[1] Maghrib dari kalimat gharb
yang bermakna arah barat, karena posisinya berada di bagian barat dari
wilayah umat Islam, dimana pusatnya berada di Makkah. Ubayyah menyebut bahwa ahli geografi biasa membagi
Maghrib menjadi tiga bagian: 1) Maghrib
Dekat: mnecakup Libya,Tunis, dan sebagian Aljazair. 2) Maghrib Tengah: mencakup
bagian Tengah Aljazair. 3) Maghrib Jauh: mencakup Kerajaan Maroko dan
Mauritania. Batas antara Tengah dan Jauh adalah sungai Muluwiyah. Thaha Abd
al-Maqsud Abd al-Hamid Ubayyah, Jihad al-Muslimin wa Futuhatuhum fi Ashr
al-Khilafah al-Umawiyah, (Kairo: Dar al-Imam al-Barbahari, Cet. 1, 1433 H),
hlm. 65-66.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar