Kamis, 04 April 2019

Barbar


peta dari nationonline.org

Barbar bisa dikatakan bangsa yang lebih awal tinggal di wilayah Maghrib[1] sebelum kedatangan Umat Islam. Terdapat perbedaan apakah mereka keturunan Arab atau tidak. Istilah Barbar sendiri bukan berasal dari mereka sendiri, namun sebutan orang Romawi terhadap orang yang tidak berbahasa Latin dan Yunani, sedangkan mereka menyebut diri mereka sendiri dengan Amazigh, yang bermakna musafir atau petualang yang bebas[2].
Bagi penulis, penggunaan istilah ini menjadi bukti penulisan sejarah yang Eropasentris, karena jika pendapat ini yang diambil dan melihat fakta yang sejarah sekarang yang menunjukkan Barbar sebagai istilah yang digunakan untuk menyebut istilah bangsa yang bengis, kasar, dan jahat. Apa Romawi tidak kalah bengis dan jahat?.  
Sisi kedua adanya kecenderungan unsur Islamophobia, karena setelah pembukaan wilayah Islam mereka berbondong-bondong masuk Islam, ditambah lagi kebijakan asimilasi yang diterapkan para gubernur Afrika Utara dari Uqbah bin Nafi’, Abu al-Muhajir Dinar mawla Maslamah bin Mukhallad, Zuhair bin Qais al-Balwi, dan Hassan bin Nu’man al-Ghassani. Karena itu muncul tokoh besar mereka seperti Tariq bin Ziyad, yang namanya diabadikan sebagai nama selat antara Afrika dan Iberia yaitu Gibraltar, dan nama negara sangat kecil yang tunduk ke Inggris, yaitu Gibraltar juga. Nama ini muncul dari hasil penyesuaian pelafalan nama Thariq bin Ziyad ke bahasa mereka. Kelak muncul dinasti seperti Muwahhidun/Mohads yang notabene orang Amazigh/Barbar. Kelak muncul tokoh seperti Ibnu Ajurrum, penulis matn beken Nahwu, Ajurrumiyah yang notabene ia berasal dari kabilah Shanhaj yang merupakan bagian dari Amazigh/Barbar.
Wallahua’lam. 

Ngangkruk, 29 Rajab 1440 H/04 April 2019 M pkl. 09.47 WIB.


                [1] Maghrib dari kalimat gharb yang bermakna arah barat, karena posisinya berada di bagian barat dari wilayah umat Islam, dimana pusatnya berada di Makkah. Ubayyah  menyebut bahwa ahli geografi biasa membagi Maghrib menjadi  tiga bagian: 1) Maghrib Dekat: mnecakup Libya,Tunis, dan sebagian Aljazair. 2) Maghrib Tengah: mencakup bagian Tengah Aljazair. 3) Maghrib Jauh: mencakup Kerajaan Maroko dan Mauritania. Batas antara Tengah dan Jauh adalah sungai Muluwiyah. Thaha Abd al-Maqsud Abd al-Hamid Ubayyah, Jihad al-Muslimin wa Futuhatuhum fi Ashr al-Khilafah al-Umawiyah, (Kairo: Dar al-Imam al-Barbahari, Cet. 1, 1433 H), hlm. 65-66.
                [2] Lihat Nahlah Syihab Ahmad, al-Maghrib al-Arabi fi Ahd ‘Uqbah bin Nafi’, (Irbid: Dar al-Kitab ath-Thaqafi, Cet. 1, 1433 H), hlm. 31-33.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...