Jumat, 12 April 2019

Sebab dan Solusi Kemunduran Umat Islam*



Oasis di Ahsa Saudi Arabia
sumber: gulfnews.com


Oleh: Abdurrahman bin Yahya al-Muallimi al-Yamani[1]

Orang cerdik pandai tentang Islam yang ikhlas telah banyak menuturkan bahwa kelemahan, kemerosotan, kehinaan dan jenis kemunduran lain yang menimpa umat tidak lain hal itu terjadi karena jauhnya mereka dari hakekat Islam.
Aku memandang bahwa hal itu kembali kepada tiga hal:
1) Kerancuan antara yang menjadi bagian agama dengan yang tidak[2].
2) Lemahnya keyakinan dengan apa yang menjadi bagian dari agama.
3) Tidak mengamalkan aturan-aturan agama.
Aku memandang bahwa mengetahui adab kenabian yang sahih dalam ibadah, muamalah, tinggal menetap, bepergian, berkumpul bersama, ketika sendirian, bergerak, diam, terjaga, tidur, makan, minum, berbicara, diam, dan hal lainnya yang dilakukan oleh manusia dengan usaha mengamalkannya sebatas yang ia mampu adalah satu-satunya obat dari penyakit tersebut.
Banyak adab tersebut yang mudah bagi jiwa (untuk menjalankannya), jika manusia mengamalkannya sebatas yang mudah ia lakukan dan meninggalkan yang menyelisihinya niscaya tidak lama kemudian –In sya Allah- ia akan meminta tambah. Barangkali tidak lama kemudian ia akan menjadi teladan bagi yang lain dalam hal itu dengan mengikuti petunjuk yang lurus tersebut dan bertingkah laku dengan akhlaq yang agung tersebut –meski sampai batas tertentu- (yang nantinya) akan menyinari hati, melapangkan dada, menenangkan jiwa, memperdalam keyakinan, dan memperbaiki amalnya. Jika semakin banyak yang melakukannya, tidak lama kemudian penyakit tersebut In sya Allah akan hilang.
Selesai nukilan.
Wallahua’lam.


                * Judul ini dari penulis.
                [1] Fadhlullah al-Jilani, Fadhlullah ash-Shamad fi Syarh al-Adab al-Mufrad, mukaddimah oleh Abdurrahman bin Yahya al-Muallimi, (Kairo: Maktabah as-Salafiyah, 1378 H), hlm. 17.
                [2] Maksudnya kerancuan bagi sebagian orang antara syariat dengan bid’ah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...