Oasis di Ahsa Saudi Arabia
sumber: gulfnews.com
Oleh: Abdurrahman bin Yahya al-Muallimi
al-Yamani[1]
Orang cerdik pandai tentang Islam yang ikhlas telah
banyak menuturkan bahwa kelemahan, kemerosotan, kehinaan dan jenis kemunduran
lain yang menimpa umat tidak lain hal itu terjadi karena jauhnya mereka dari
hakekat Islam.
Aku memandang bahwa hal itu kembali kepada tiga hal:
1) Kerancuan antara yang menjadi bagian agama dengan yang
tidak[2].
2) Lemahnya keyakinan dengan apa yang menjadi bagian dari
agama.
3) Tidak mengamalkan aturan-aturan agama.
Aku memandang bahwa mengetahui adab kenabian yang sahih
dalam ibadah, muamalah, tinggal menetap, bepergian, berkumpul bersama, ketika
sendirian, bergerak, diam, terjaga, tidur, makan, minum, berbicara, diam, dan
hal lainnya yang dilakukan oleh manusia dengan usaha mengamalkannya sebatas
yang ia mampu adalah satu-satunya obat dari penyakit tersebut.
Banyak adab tersebut yang mudah bagi jiwa (untuk
menjalankannya), jika manusia mengamalkannya sebatas yang mudah ia lakukan dan
meninggalkan yang menyelisihinya niscaya tidak lama kemudian –In sya Allah- ia
akan meminta tambah. Barangkali tidak lama kemudian ia akan menjadi teladan
bagi yang lain dalam hal itu dengan mengikuti petunjuk yang lurus tersebut dan
bertingkah laku dengan akhlaq yang agung tersebut –meski sampai batas tertentu-
(yang nantinya) akan menyinari hati, melapangkan dada, menenangkan jiwa, memperdalam
keyakinan, dan memperbaiki amalnya. Jika semakin banyak yang melakukannya,
tidak lama kemudian penyakit tersebut In sya Allah akan hilang.
Selesai nukilan.
Wallahua’lam.
[1] Fadhlullah al-Jilani, Fadhlullah ash-Shamad fi Syarh
al-Adab al-Mufrad, mukaddimah oleh Abdurrahman bin Yahya al-Muallimi, (Kairo:
Maktabah as-Salafiyah, 1378 H), hlm. 17.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar