Selasa, 02 April 2019

Kekuatan Hafalan az-Zuhri




Muhammad bin Syihab az-Zuhri (124 H) adalah salah satu muhaddist terbesar di masanya, ia dianggap tsiqat oleh pemuka jarh wa ta’dil. Para ulama memuji kekuatan pemahaman dan keluasan ilmunya. Ia orang pertama yang menggunakan metode mengumpulkan sanad hadist yang berlainan untuk menyempurnakan konteks hadist dan menyambung hadist tanpa terpotong oleh sanad. Ibnu Syihab adalah orang tekun dalam sejarah Islam, hadist, dan fiqh. Ia menulis berdasar apa yang ia dengar dan ia kumpulkan dari masyayikhnya. Abu Zinad mengatakan tentangnya:“Kami mengelilingi ulama bersama Zuhri dan ia membawa lembaran dan buku untuk mencatat yang ia dengar”.
Tentang hafalannya, sungguh seperti keajaiban!. Al-Fasawi[1] menceritakan bahwa seorang khalifah meminta kepada Zuhri untuk mendiktekan hadist kepada anaknya, khalifah tersebut mendatangkan seorang penulis hingga Zuhri selesai mendiktekan 400 hadist. Beberapa masa kemudian khalifah tersebut mengatakan kepada Zuhri: Catatan tersebut hilang!. Maka ia memanggil penulis hingga Zuhri mendiktekan lagi 400 hadist tersebut. Mereka kemudian membandingkan catatan pertama dengan yang kedua dan tidak ada perbedaan walau satu huruf pun!.
Wallahua’lam.

Ngangkruk, Kamis 28 Rajab 1440 H/2 April 2019 pkl. 22.06 WIB
   



                [1] Al-Fasawi, al-Ma’rifah wa at-Tarikh, 1/640 sebagaimana dinukil al-Muallimi dalam Ilmu ar-Rijal wa Ahamiyyatuhu, tahqiq Ali Hasan al-Halabi, (Riyadh: Dar ar-Rayah, Cet. 1, 1417 H), hlm. 25.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...