Muhammad bin Syihab az-Zuhri (124 H) adalah
salah satu muhaddist terbesar di masanya, ia dianggap tsiqat oleh
pemuka jarh wa ta’dil. Para ulama memuji kekuatan pemahaman dan keluasan
ilmunya. Ia orang pertama yang menggunakan metode mengumpulkan sanad hadist
yang berlainan untuk menyempurnakan konteks hadist dan menyambung hadist tanpa
terpotong oleh sanad. Ibnu Syihab adalah orang tekun dalam sejarah Islam,
hadist, dan fiqh. Ia menulis berdasar apa yang ia dengar dan ia kumpulkan dari masyayikhnya.
Abu Zinad mengatakan tentangnya:“Kami mengelilingi ulama bersama Zuhri dan
ia membawa lembaran dan buku untuk mencatat yang ia dengar”.
Tentang hafalannya, sungguh seperti
keajaiban!. Al-Fasawi[1]
menceritakan bahwa seorang khalifah meminta kepada Zuhri untuk mendiktekan
hadist kepada anaknya, khalifah tersebut mendatangkan seorang penulis hingga
Zuhri selesai mendiktekan 400 hadist. Beberapa masa kemudian khalifah tersebut
mengatakan kepada Zuhri: Catatan tersebut hilang!. Maka ia memanggil penulis
hingga Zuhri mendiktekan lagi 400 hadist tersebut. Mereka kemudian
membandingkan catatan pertama dengan yang kedua dan tidak ada perbedaan walau
satu huruf pun!.
Wallahua’lam.
Ngangkruk, Kamis 28 Rajab 1440 H/2 April 2019 pkl. 22.06 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar