Kamis, 21 Februari 2019

Lu’lu al-Hajib al-Adili


Foto dari jordantimes (Petra File Photo)

Lu’lu al-Hajib al-‘Adili[1], seorang pemuka negara (masa Salahuddin). Ia memiliki peran agung di wilayah pesisir (Mesir dan Syam). Ia termasuk mujahidin garis depan yang bergerak menghadapi pasukan Ifrinj (Salib) yang merangsek menuju Madinah Nabawiyah melalui jalan laut. Dikatakan bahwa Lu’lu’ bergerak dan yakin akan kemenangannya. Ia berangkat membawa rantai sebanyak jumlah pasukan terlaknat sekitar 300 pasukan yang semuanya jawara dari Karak[2], Shoubak[3] dan sekelompok Arab yang murtad.
Lu’lu’ berperang bersama pasukan Arab melawan mereka ketika jarak mereka dengan Madinah tersisa perjalanan sehari. Pasukan kafir tersebut kemudian ditundukkan dan  berlindung di gunung. Maka Lu’lu’ bergerak naik bersama pasukannya. Ada yang mengatakan bahwa ia naik bersama 9 orang saja hingga menggetarkan musuh yang membuat mereka menyerah, Lu’lu’ mengikat erat mereka semua dengan rantai dan membawa mereka ke Mesir. Masuknya Lu’lu’ bersama mereka (ke Mesir) sungguh hari yang bersejarah.
Lu’lu’ ini orang tua yang berasal dari bangsa Armenia yang menjadi budak istana. Ia berkhidmah bersama Salahuddin melayani armada laut. Kemanapun ia pergi (berperang) ia bisa menaklukkan dan meraih kemenangan. Ketika sudah uzur, ia meninggalkan tugas (ketentaraan tersebut). Ia berinfaq beberapa panci makanan dan 12.000 roti per hari[4]. Ia melipatgandakan shadaqah tersebut saat Ramadhan. Ia meninggal pada bulan Shafar.

Ngangkruk, Kamis 17 Jumada al-Akhir 1440 H/21 Februari 2019 pkl. 16.08 WIB




[1] Terinspirasi dari status twitter Ahmad al-‘Iedy (@aleidi2016). Biografi ini dari al-Ibar fi Khobar min Ghubar, Dzahabi, Tahqiq Abu Hajir Muhammad Zaghloul, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Cet. 1, 1405 H), 3/123-124.
[2] Karak, atau Kerak, salah satu kota penting di Jordan sekarang. Karak terkenal dengan benteng Karak yang dianggap sebagai salah satu dari tiga benteng terbesar di Syam, dua yang lain di Suriah. Posisi Karak berada sekitar 1000 mpl. Benteng ini dibangun oleh Pagan the Butler sebagai markas wilayahnya. Benteng ini jatuh ke tangan Salahuddin tahun 1188 setelah dikuasai Pasukan Salib selama 46 tahun.
[3] Shoubak, salah kota di Jordan sekarang. Shoubak terkenal dengan benteng Montreal yang dibangun pasukan Salib tahun 1115 yang bisa memutus jalur antara Mesir dengan Syam, benteng ini berada di 1330 mpl. Salahuddin berhasil menguasai benteng ini tahun 1187 M.
[4] Terutama  ketika Mesir dilanda kekeringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...