Foto dari jordantimes (Petra File Photo)
Lu’lu al-Hajib al-‘Adili[1],
seorang pemuka negara (masa Salahuddin). Ia memiliki peran agung di wilayah
pesisir (Mesir dan Syam). Ia termasuk mujahidin garis depan yang bergerak
menghadapi pasukan Ifrinj (Salib) yang merangsek menuju Madinah Nabawiyah
melalui jalan laut. Dikatakan bahwa Lu’lu’ bergerak dan yakin akan
kemenangannya. Ia berangkat membawa rantai sebanyak jumlah pasukan terlaknat
sekitar 300 pasukan yang semuanya jawara dari Karak[2],
Shoubak[3]
dan sekelompok Arab yang murtad.
Lu’lu’ berperang bersama pasukan Arab melawan
mereka ketika jarak mereka dengan Madinah tersisa perjalanan sehari. Pasukan
kafir tersebut kemudian ditundukkan dan
berlindung di gunung. Maka Lu’lu’ bergerak naik bersama pasukannya. Ada
yang mengatakan bahwa ia naik bersama 9 orang saja hingga menggetarkan musuh
yang membuat mereka menyerah, Lu’lu’ mengikat erat mereka semua dengan rantai
dan membawa mereka ke Mesir. Masuknya Lu’lu’ bersama mereka (ke Mesir) sungguh
hari yang bersejarah.
Lu’lu’ ini orang tua yang berasal dari bangsa
Armenia yang menjadi budak istana. Ia berkhidmah bersama Salahuddin melayani
armada laut. Kemanapun ia pergi (berperang) ia bisa menaklukkan dan meraih
kemenangan. Ketika sudah uzur, ia meninggalkan tugas (ketentaraan tersebut). Ia
berinfaq beberapa panci makanan dan 12.000 roti per hari[4].
Ia melipatgandakan shadaqah tersebut saat Ramadhan. Ia meninggal pada bulan
Shafar.
Ngangkruk, Kamis 17 Jumada al-Akhir 1440 H/21
Februari 2019 pkl. 16.08 WIB
[1]
Terinspirasi dari status twitter
Ahmad al-‘Iedy (@aleidi2016). Biografi ini dari al-Ibar fi Khobar min Ghubar,
Dzahabi, Tahqiq Abu Hajir Muhammad Zaghloul, (Beirut: Dar al-Kutub
al-Ilmiyah, Cet. 1, 1405 H), 3/123-124.
[2]
Karak, atau Kerak, salah satu kota
penting di Jordan sekarang. Karak terkenal dengan benteng Karak yang dianggap
sebagai salah satu dari tiga benteng terbesar di Syam, dua yang lain di Suriah.
Posisi Karak berada sekitar 1000 mpl. Benteng ini dibangun oleh Pagan the
Butler sebagai markas wilayahnya. Benteng ini jatuh ke tangan Salahuddin tahun
1188 setelah dikuasai Pasukan Salib selama 46 tahun.
[3]
Shoubak, salah kota di Jordan
sekarang. Shoubak terkenal dengan benteng Montreal yang dibangun pasukan Salib
tahun 1115 yang bisa memutus jalur antara Mesir dengan Syam, benteng ini berada
di 1330 mpl. Salahuddin berhasil menguasai benteng ini tahun 1187 M.
[4]
Terutama ketika Mesir dilanda kekeringan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar