Sebagian orang
mengatakan demikian dengan mendasarkanya pada perkataan Ishaq bin Rahawaih:
لا يصح عن النبي فى فضل معاوية بن ابي
سفيان شيئ
“Tidak sah
satu hadist pun dari Rasulullah tentang keutamaan Muawiyah[1]”
Sontak, perkataan Ibnu Rahawaih ini
menjadi angin segar bagi para pembenci shahabat, diantaranya Muawiyah. Hal itu
seakan-akan mereka mendapat pembenaran akan celaan mereka kepada Muawiyah.
Perkataan Ibnu Rahawaih ini jika memang
benar sanadnya sahih[2],
maka hal ini kembali kepada ijtihadnya sendiri[3].
Sebenarnya, terdapat beberapa hadist baik sahih maupun hasan yang menunjukkan
keutamaan Muawiyah[4].
Misalkan hadist Rasulullah:
اللهم اجعله هادياً مهدياً واهد به
“Ya Allah,
jadikan ia (Muawiyah) pemberi petunjuk, mendapatkan petunjuk, dan orang lain
mendapatkan petunjuk dengan (perantaraan)nya[5]”.
Wallahua’lam.
Ngangkruk, Sabtu, 19 Jumada
al-Akhir 1440 H
Jum’at, 22 Februari
2019 M pkl. 20.59 WIB.
[1] Ibnu al-Jauzi, al-Maudhu’at, 2/24.
[2] Menurut Amru Abd al-Mun’im
Salim terdapat salah satu perawi yang paling ringan dianggap majhul, yaitu
Ya’qub bin Yusuf bin Ma’qil Abu al-Fadhl. Lihat Amru Abd al-Mun’im Salim,
Tahsil Ma Faata at-Tahdist, (Sharjah, Maktabah al-Umarain al-Ilmiyah,
T.t.), hlm. 144.
[3] Sulaiman al-Khurasyi, Mukhtasar Tathir al-Jinan
wa al-Lisan, (Riyadh: Dar Ulum as-Sunnah, Cet. 1, 1422 H), hlm. 17.
[4] Lihat kumpulan hadist tersebut dengan takhrij lengkapnya
di Sayyid bin Syahhat bin Ramadhan Jum’ah, Syubuhat ‘an Bani Umayyah,
(Riyadh: Maktabah Rusyd Nasyirun, Cet. 2, 1435 H), hlm. 310-334.
[5] Tirmidzi, Sunan, hadist (3842). Al-Albani
mengatakan: Sahih. Lihat takhrijnya di Silsilah as-Sahihah
(1969).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar