Kamis, 20 Juni 2019

Anshar Muhajirun; Anshar yang Berhijrah Layaknya Muhajirin




Sumber gambar: qiraatafrican.com

Anshar adalah kaum di Madinah yang menolong Rasulullah dan Islam. Muhajirun adalah orang yang terusir dari tanah airnya, terutama di Makkah yang kemudian hijrah ke Madinah demi menyelamatkan agamanya.
Tentang Muhajirun, Allah menjelaskan:
لِلۡفُقَرَآءِ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأَمۡوَٰلِهِمۡ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ ٨
(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar”. (Al-Hashr: 8)
Tentang Anshar, Allah menyebut:
وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٩
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ´mencintai´ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntun”. (Al-Hashr: 9)
Namun yang penulis maksud disini adalah orang Anshar dan mereka berasal dari Madinah, namun mereka pergi menuju Mekkah ketika rombongan awal Muhajirun datang di Quba. Sehingga mereka bertemu saudaranya seiman di Mekkah hingga mereka kembali ke Madinah bersama rombongan Muhajirun yang lain, karena itu Ibnu Sa’d menyebut mereka sebagai Muhajirun Anshariyun karena aslinya mereka orang Anshar namun mereka ikut berhijrah sebagaimana hijrah saudara seimannya dari kaum Muhajirun.
Diantara mereka adalah:
1) Dzakwan bin Abdu Qais,
2) Uqbah bin Wahab bin Kaldah,
3) Abbas bin Ubadah bin Nadhlah,
4) Ziyad bin Labid.
Sungguh kerinduan kepada saudara yang dicintainya menjadikan mereka rela menempuh perjalanan yang sulit, disamping mereka akan mendapatkan ganjaran atas hijrah mereka.
Wallahua’lam.


Diadaptasi dari Mukhtasar Sahih Sirah Nabawiyah karya Sulaiman bin Hamad al-‘Udah –hafizhahullah-, hlm. 163.

                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...