Sumber gambar: qiraatafrican.com
Anshar adalah
kaum di Madinah yang menolong Rasulullah dan Islam. Muhajirun adalah orang yang
terusir dari tanah airnya, terutama di Makkah yang kemudian hijrah ke Madinah
demi menyelamatkan agamanya.
Tentang
Muhajirun, Allah menjelaskan:
لِلۡفُقَرَآءِ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ
ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأَمۡوَٰلِهِمۡ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ
ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ
٨
“(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang
diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari
karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itulah orang-orang yang benar”. (Al-Hashr: 8)
Tentang Anshar, Allah menyebut:
وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ
وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ
فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ
وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
٩
“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan
telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor)
´mencintai´ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor)
tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan
kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin),
atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang
dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntun”. (Al-Hashr: 9)
Namun yang penulis maksud disini adalah orang Anshar dan mereka berasal dari Madinah, namun mereka pergi menuju Mekkah ketika rombongan awal Muhajirun
datang di Quba. Sehingga mereka bertemu saudaranya seiman di Mekkah hingga
mereka kembali ke Madinah bersama rombongan Muhajirun yang lain, karena itu
Ibnu Sa’d menyebut mereka sebagai Muhajirun Anshariyun karena aslinya mereka orang Anshar namun mereka ikut berhijrah sebagaimana
hijrah saudara seimannya dari kaum Muhajirun.
Diantara mereka adalah:
1) Dzakwan bin Abdu Qais,
2) Uqbah bin Wahab bin Kaldah,
3) Abbas bin Ubadah bin Nadhlah,
4) Ziyad bin Labid.
Sungguh kerinduan kepada saudara yang dicintainya
menjadikan mereka rela menempuh perjalanan yang sulit, disamping mereka akan
mendapatkan ganjaran atas hijrah mereka.
Wallahua’lam.
Diadaptasi dari Mukhtasar Sahih Sirah Nabawiyah karya Sulaiman bin Hamad al-‘Udah –hafizhahullah-, hlm. 163.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar