Selasa, 18 Juni 2019

Bolehkah Berharap Kematian?


sumber gambar: dream.co.id

Ulama mensahihkan hadist yang menunjukkan bahwa seseorang dilarang berharap kematian, kecuali ia takut fitnah akan menimpanya. Akan lebih utama baginya mengucapkan do’a yang ma’tsur dari Rasulullah:
اللم احييني إذا كانت الجياة خيراً لي، وتوفني إذا كانت الوفاة خيراً لي
“Ya Allah, berikan kehidupan kepadaku jika hidup itu lebih baik bagiku. Matikan aku jika kematian itu lebih baik bagiku[2]”.
Maka ia tidak mengharapkan kematian, karena Rasulullah bersabda:
لا يتمنين أحد منكم الموت لضر نزل به
Jangan sampai salah seorang diantara kalian meminta kematian karena bahaya yang menimpanya[3]”.
Sedangkan cerita tentang Maryam sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an:
يَٰلَيۡتَنِي مِتُّ قَبۡلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسۡيٗا مَّنسِيّٗا
Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan. (Maryam: 23)
Maka ketakutan Maryam karena khawatir akan aib dan cela yang akan menimpanya dan celaan serta tuduhan kepadanya, karena ia hamil tanpa ada laki-laki yang menyentuhnya. Maka Allah berkehendak untuk melepaskannya dari tuduhan tersebut dengan menjadikan anaknya –Isa alihissalam- berbicara ketika ia masih berada di buaian dan melepaskan Maryam dari tuduhan yang dimaksud.
Jika seseorang khawatir dengan fitnah yang menimpa atau hal yang semacamnya, maka boleh baginya berharap mati. Namun hukum asalnya bahwa tidak boleh seseorang mengharap kematian. Ia harus mengharap kehidupan yang bahagia, karena sisa umurnya akan kebih baik baginya, karena Allah akan mengampuni dosanya yang telah lampau.
Wallahua’lam bishshawab.

Diadaptasi dari Ibhaj al-Mukminin Syarh Manhaj Salikin karya Abdullah al-Jibrin –rahimahullah-, 1/239-240.
__________________________________________________________

[1] Bukhari, Sahih, 5671; Muslim, Sahih, 2680.
[2] Bukhari, Sahih, 5671; Muslim, Sahih, 2680.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...