sumber gambar: pixabay.com
Al-Khallal meriwayatkan dengan sanadnya dari Zuhri yang
menyebutkan bahwa Muawiyah memerintah
dengan metodenya Umar bin Khattab selama dua tahun dengan tanpa menguranginya
sedikitpun[1].
Ini maknanya Muawiyah adalah seorang pembelajar yang baik
dan mengambil faidah dari masa sebelumnya, apalagi ia juga menjadi bagian dari
pegawai Umar di Syam sejak mangkatnya Yazid bin Muawiyah karena wabah tha’un
Amwas.
Umar bin Khattab menjadi salah satu contoh utama dalam
bernegara. Barangkali sisi yang sangat menonjol dari Umar adalah keadilan,
kepedulian, dan amanah. Muawiyah memiliki sifat tersebut meski derajatnya
dibawah derajat Umar.
Sebab ini dan lainnya menjadikan Muawiyah banjir pujian,
Dzahabi menyebut bahwa Mu’āwiyah meninggalkan banyak orang yang mencintainya, guluw
dalam cinta padanya, dan mengunggulkannya dari yang lain. Hal itu terjadi
karena kekuasaannya yang penuh dengan pemuliaan, kebijaksanaan, dan mudah
memberi[2].
Gurunya Dzahabi, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa peri
kehidupan Muawiyah dengan rakyatnya adalah sebaik-sebaik peri kehidupan para
pemimpin, dan (hasilnya) rakyat mencintainya[3]”.
Pada kesempatan lain Ibnu Taimiyah menyebut kemuliaan
Muawiyah dengan dengan nada bertanya dan menantang:”Apakah ada peri kehidupan
raja yang seperti Muawiyah?[4]”.
Wallahua’lam.
[1]
Al-Khallal, Sunnah, 6/444 no.683.
Muhaqiqnya, Dr. Athiyah az-Zahrani mengatakan bahwa Isnadnya sahih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar