Senin, 17 Juni 2019

Muawiyah Meneladani Umar

sumber gambar: pixabay.com


Al-Khallal meriwayatkan dengan sanadnya dari Zuhri yang menyebutkan bahwa  Muawiyah memerintah dengan metodenya Umar bin Khattab selama dua tahun dengan tanpa menguranginya sedikitpun[1]
Ini maknanya Muawiyah adalah seorang pembelajar yang baik dan mengambil faidah dari masa sebelumnya, apalagi ia juga menjadi bagian dari pegawai Umar di Syam sejak mangkatnya Yazid bin Muawiyah karena wabah tha’un Amwas.
Umar bin Khattab menjadi salah satu contoh utama dalam bernegara. Barangkali sisi yang sangat menonjol dari Umar adalah keadilan, kepedulian, dan amanah. Muawiyah memiliki sifat tersebut meski derajatnya dibawah derajat Umar.
Sebab ini dan lainnya menjadikan Muawiyah banjir pujian, Dzahabi menyebut bahwa Mu’āwiyah meninggalkan banyak orang yang mencintainya, guluw dalam cinta padanya, dan mengunggulkannya dari yang lain. Hal itu terjadi karena kekuasaannya yang penuh dengan pemuliaan, kebijaksanaan, dan mudah memberi[2].
Gurunya Dzahabi, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa peri kehidupan Muawiyah dengan rakyatnya adalah sebaik-sebaik peri kehidupan para pemimpin, dan (hasilnya) rakyat mencintainya[3]”.
Pada kesempatan lain Ibnu Taimiyah menyebut kemuliaan Muawiyah dengan dengan nada bertanya dan menantang:”Apakah ada peri kehidupan raja yang seperti Muawiyah?[4]”.
Wallahua’lam.






[1] Al-Khallal, Sunnah, 6/444 no.683. Muhaqiqnya, Dr. Athiyah az-Zahrani mengatakan bahwa Isnadnya sahih.
        [2] Aż-Żahabȋ, Siyar A’lām an-Nubalā,6/267.
[3] Ibnu Taimiyah, Minhajus Sunnah, 6/247.
        [4] Ibnu Taimiyah, Minhajus Sunnah, 6/236..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...