Jumat, 14 Juni 2019

Inkonsistensi Syiah Rafidhah





Ibnu Taimiyah –rahimahullah- mengatakan[1]:
“...kemudian, satu hal yang menakjubkan bahwa Rafidhah mengingkari celaan terhadap Ali bin Abi Thalib –radhiyallahuanhu-, tetapi mereka mengkafirkan Abu Bakar, Umar, dan Usman –radhiyallahuanhum-, mengkafirkan mereka dan yang memberikan loyalitas kepada mereka. Muawiyah –radiyallahuanhu- dan pendukungnya tidaklah mereka mengkafirkan Ali, namun yang mengkafirkan Ali adalah Khawarij al-Mariquun[2], sedangkan Rafidhah lebih buruk dari Khawarij. Jika Khawarij mengingkari celaan, maka hal ini  bukti inkonsistensi mereka. Maka bagaimana jika Rafidhah yang mengingkari (celaan)?.
Tidak diragukan lagi bahwa mencela shahabat itu tidak dibolehkan: baik yang dicela itu Ali, Usman, atau selain keduanya. Barangsiapa yang mencela Abu Bakar, Umar, dan Usman maka dosanya lebih besar daripada orang yang mencela Ali”.
Wallahua’lam.

Pangkalan Bun, 12 Syawal 1440 H/14 Juni 2019 M.


                [1] Ibnu Taimiyah, Minhajus Sunnah, 4/468.
                [2] Dari kata (مَرَقَ) yang bermakna keluar dengan cepat. Dalam hadist Khawarij dikatakan bahwa mereka:
يَمْرُقُونَ مِنْهُ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ
“Mereka melesat keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...