gambar dari istidlal
Imam Thabari -rahimahullah- mengatakan[1]:
Mus’ab bin
Abdullah az-Zubairi menyebutkan bahwa ayahnya, Abdullah bin Mus’ab mengabarkan
kepadanya bahwa (Harun) ar-Rasyid berkata kepadanya:
“Apa pendapatmu
tentang orang yang mencela Usman?”.
Mus’ab
mengatakan: (Abdullah bin Mus’ab) mengatakan:
“Wahai Amir
al-Mukminin, (sebagian) orang mencelanya dan (sebagian) orang bersamanya, orang
yang mencelanya terpecah belah menjadi banyak kelompok Syi’ah, pengekor bid’ah,
dan banyak kelompok Khawarij. Sedangkan yang bersama Usman bersama jama’ah
hingga hari ini”.
(Ar-Rasyid)
mengatakan padaku:
“Aku tidak lagi
perlu untuk bertanya tentang hal ini sejak sekarang”. Selesai.
Penulis –semoga Allah
mengampuninya- mengatakan: Ibnu Taimiyah -rahimahullah- mengatakan[2]:
“...dan pendukung Usman adalah Muawiyah (bin Abi Sufyan) dan penduduk Syam,
sedangkan pendukung pembunuh Usman adalah Mukhtar bin Abi Ubaid ath-Tsaqafi[3] dan
teman-temannya. Orang yang berakal tidak meragukan lagi bahwa Muawiyah lebih
baik dari Muhtar, karena ia seorang kazzab (pendusta) karena ia mengaku
nabi. Telah jelas dalam Sahih bahwa Rasulullah mengatakan:
يكون فى ثقيف كذاب ومبير
“Akan
muncul di Tsaqif, pendusta dan penumpah darah”
Pendusta ini adalah Mukhtar, sedangkan penumpah darah adalah Hajjaj bin Yusuf.
Mukhtar ini ayahnya seorang yang saleh, Abu Ubaid ats-Tsaqafi yang mati syahid
dalam perang melawan Majusi, sedangkan saudarinya adalah Shafiyyah yang
diperistri Abdullah bin Umar dan ia wanita salehah, sedangkan Mukhtar ini
seorang yang jelek. Selesai.
Wallahua’lam.
Ngangkruk, Ahad, 27 Jumada al-Akhir 1440 H/03 Maret 2019 M pkl. 16.37 WIB.
[1]
Thabari. Tarikh al-Umam wa
al-Muluk, tahqiq Abu Fadhl Ibrahim,
(Kairo: Dar al-Ma’arif, Tt.), 8/353
peristiwa tahun 193 H.
[2] Dzahabi, Mukhtashar Minhaj Sunnah, tahqiq dan
ta’liq Muhibbuddin al-Khatib, (Riyadh:Wikalah Mathbu’ah wa Tarjamah
Riasah al-Amah li Idarah al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta wa ad-Dakwah wa
al-Irsyad), hlm. 243-245..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar