Minggu, 03 Maret 2019

Antara Pendukung dan Pencela Usman bin Affan –radhiyallahuanhu-


gambar dari istidlal

Imam Thabari -rahimahullah- mengatakan[1]:
Mus’ab bin Abdullah az-Zubairi menyebutkan bahwa ayahnya, Abdullah bin Mus’ab mengabarkan kepadanya bahwa (Harun) ar-Rasyid berkata kepadanya:
“Apa pendapatmu tentang orang yang mencela Usman?”.
Mus’ab mengatakan: (Abdullah bin Mus’ab) mengatakan:
“Wahai Amir al-Mukminin, (sebagian) orang mencelanya dan (sebagian) orang bersamanya, orang yang mencelanya terpecah belah menjadi banyak kelompok Syi’ah, pengekor bid’ah, dan banyak kelompok Khawarij. Sedangkan yang bersama Usman bersama jama’ah hingga hari ini”.
(Ar-Rasyid) mengatakan padaku:
“Aku tidak lagi perlu untuk bertanya tentang hal ini sejak sekarang”.  Selesai.
Penulis –semoga Allah mengampuninya- mengatakan: Ibnu Taimiyah -rahimahullah- mengatakan[2]:
“...dan pendukung Usman adalah Muawiyah (bin Abi Sufyan) dan penduduk Syam, sedangkan pendukung pembunuh Usman adalah Mukhtar bin Abi Ubaid ath-Tsaqafi[3] dan teman-temannya. Orang yang berakal tidak meragukan lagi bahwa Muawiyah lebih baik dari Muhtar, karena ia seorang kazzab (pendusta) karena ia mengaku nabi. Telah jelas dalam Sahih bahwa Rasulullah mengatakan:
يكون فى ثقيف كذاب ومبير
Akan muncul di Tsaqif, pendusta dan penumpah darah
Pendusta ini adalah Mukhtar, sedangkan penumpah darah adalah Hajjaj bin Yusuf. Mukhtar ini ayahnya seorang yang saleh, Abu Ubaid ats-Tsaqafi yang mati syahid dalam perang melawan Majusi, sedangkan saudarinya adalah Shafiyyah yang diperistri Abdullah bin Umar dan ia wanita salehah, sedangkan Mukhtar ini seorang yang jelek. Selesai.
Wallahua’lam.

Ngangkruk, Ahad, 27 Jumada al-Akhir 1440 H/03 Maret 2019 M pkl. 16.37 WIB.


[1] Thabari. Tarikh al-Umam wa al-Muluk, tahqiq Abu Fadhl  Ibrahim, (Kairo: Dar al-Ma’arif, Tt.),  8/353 peristiwa tahun 193 H.
[2] Dzahabi, Mukhtashar Minhaj Sunnah, tahqiq dan ta’liq Muhibbuddin al-Khatib, (Riyadh:Wikalah Mathbu’ah wa Tarjamah Riasah al-Amah li Idarah al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta wa ad-Dakwah wa al-Irsyad), hlm. 243-245..

[3]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...