gambar: sayidaty.net
Oleh: Abdurrahman bin Yahya al-Muallimi[1]
Ahlu Hadist
adalah orang-orang yang wara’ dan tidak basa-basi hingga mencapai taraf yang
tinggi, diantara contohnya:
1. Zaid bin
Abi Unaisah: Saudaraku Yahya berdusta[2].
2. Jarir bin
Abd al-Hamid ditanya tentang saudaranya Anas, maka ia menjawab: telah mendengar
dari Hisyam bin Urwah, tapi ia berdusta dalam hadist manusia maka tidak ditulis
(hadist) darinya[3].
3. Ali bin
al-Madini meriwayatkan dari ayahnya, kemudian mengatakan: “Dalam hadist
terdapat sesuatu di dalamnya!”, dan mengisyaratkan berkali-kali akan pen-dhaif-annya[4].
4. Abu Dawud
mengatakan: Putraku Abdullah pendusta[5].
5. Imam Abu
Bakr ash-Shibghi melarang untuk mendengarkan hadist dari saudaranya, Muhammad
bin Ishaq[6].
Wallahua’lam.
Ngangkruk,
Selasa, 22 Rajab 1440 H/28 Maret 2019 M pkl. 09.12 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar