Kamis, 28 Maret 2019

Wara’-nya Ahlu Hadist


gambar: sayidaty.net

Oleh: Abdurrahman bin Yahya al-Muallimi[1]

Ahlu Hadist adalah orang-orang yang wara’ dan tidak basa-basi hingga mencapai taraf yang tinggi, diantara contohnya:
1. Zaid bin Abi Unaisah: Saudaraku Yahya berdusta[2].
2. Jarir bin Abd al-Hamid ditanya tentang saudaranya Anas, maka ia menjawab: telah mendengar dari Hisyam bin Urwah, tapi ia berdusta dalam hadist manusia maka tidak ditulis (hadist) darinya[3].
3. Ali bin al-Madini meriwayatkan dari ayahnya, kemudian mengatakan: “Dalam hadist terdapat sesuatu di dalamnya!”, dan mengisyaratkan berkali-kali akan pen-dhaif-annya[4].
4. Abu Dawud mengatakan: Putraku Abdullah pendusta[5].
5. Imam Abu Bakr ash-Shibghi melarang untuk mendengarkan hadist dari saudaranya, Muhammad bin Ishaq[6].
Wallahua’lam.
Ngangkruk, Selasa, 22 Rajab 1440 H/28 Maret 2019 M pkl. 09.12 WIB.



                [1] Al-Muallimi, Ilmu ar-Rijal wa Ahammiyatuhu, tahqiq Ali Hasan al-Halabi, (Riyadh: Dar ar-Rayah, Cet. 1, 1417 H), hlm. 30-31
                [2] Ibnu Abi Hatim, Al-Jarh wa at-Ta’dil, 9 nomor 550.
                [3] Ibid, 2/289.
                [4] Ibid, 4/289.
                [5] Ibnu Hajar, Lisan al-Mizan, 3/293. Al-Muallimi mengupas masalah ini secara panjang lebar di karyanya at-Tankil, 1/293-305. Silahkan dirujuk.
                [6] Sam’ani, al-Ansab, 8/34; Dzahabi, Siyar A’lam, 15/489.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...