Jumat, 15 Maret 2019

Bagaimana Menjadikan Umat Bangga dengan Sejarah Islam?


gambar: iris.xyz

Oleh Muhibbuddin al-Khatib (1389 H)[1]
Al-Khatib ketika menyebut keengganan sebagian kalangan dengan hal yang terkait dengan Arab dan Islam menyebut:
“...Jika saudara kita tersebut[2] tumbuh dalam iman bahwa mereka adalah pemilik “peninggalan” ini, dan meyakini bahwa masa lau tersebut adalah bagian dari masa lalunya, bahwa generasi kita sekarang adalah bagian dari rangkaian masa lalu tersebut, bahwa peristiwa masa lalu itu kekayaan sebagai teladan dan pelajaran. Jika sudah demikian, maka mereka akan melihatnya dengan pandangan seorang ibu kepada putranya jika ia belum belum melihat sebagaimana pandangan anak kepada ibunya. Hal itu tidak akan terjadi kecuali dengan:
1) Mengadopsi sejarahnya,
2) Menghormati sejarah,
3) Hidup dengan kejayaan sejarahnya,
4) Berusaha menampakkan keindahan sejarahnya,
5) Menonjolkan keutamaan sejarahnya,
6) Berusaha mencari pelajaran dari kesalahan sejarah,
7) Menganalisa sejarahnya dengan kelembutan, keadilan, dan penghormatan yang sempurna.
Selesai.

Ngangkruk, Kamis, 08 Rajab 1440 H/14 Maret 2019 M pkl. 09.14 WIB.



[1] Al-Maraji’ al-Ula min Tarikhina; Tarikh al-Umam wa al-Muluk karya Thabari (310 H) dalam Majalah Azhar tahun 1954 M hlm 211.
[2] Yang enggan dengan hal-hal berbau Arab dan Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...