gambar: en.ppt-online.org
Ibnu Taimiyah
mengatakan[1]:
“Ketika manusia memperbaiki keadaan mereka dan membenarkan tata cara
istighatsah kepada Rabb-nya, Allah memenangkan mereka atas musuhnya dengan
kemenangan yang mulia, dan Tatar[2]
belum pernah dikalahkan dengan kekalahan seperti ini sama sekali, hal itu
karena mereka meluruskan tauhid mereka kepada Allah –Azza wa Jalla- dan dan
menerapkan ketaatan kepada Rasulllah yang belum pernah mereka lakukan
sebelumnya, karena Allah menolong rasul-Nya dan orang yang beriman di dunia dan
di akhirat”.
Faidah
1. Tamkin di
muka bumi baru akan terjadi dengan kuatnya agama yang benar dalam jiwa.
2. Ibnu Taimiyah menyebutkan: “...hal itu karena
mereka meluruskan tauhid mereka kepada Allah –Azza wa Jalla- dan dan menerapkan
ketaatan kepada Rasulllah...”, dengan ini orang akan paham mengapa disyaratkan
dua hal ini untuk menggapai kemenangan.
3. Ini cara
Islam, bukan cara Machiavelli yang menghalalkan segala cara untuk mencapai
tujuan.
Dikutip dengan
perubahan dari as-Sabil ila al-Izz wa at-Tamkin, hlm. 35-36 karya Syaikh
Abdul Malik Ramadhani –hafidzhullah-.
[2] Kadang disebut Tatar,
kadang disebut Mongol. Untuk pemakaian
istilah ini sekarang, Tatar digunakan untuk menyebut bangsa yang tinggal di
Rusia Timur, Siberia, dan Semenanjung Crimea, sedangkan Mongol untuk menyebut
yang tinggal di Cina dan Afghanistan. Mahmud Syakir, ad-Daulah al-Abbasiyah
Vol. 2 dalam Tarikh al-Islami, (Beirut: Al-Maktab al-Islami, Cet. 6, 1421
H), hlm. 329.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar