gambar: wikipedia
Ulama memiliki perhatian yang besar terhadap hadist Rasulullah mengingat
posisinya sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur’an.
Al-Muallimi –rahimahullah- ketika menyebut penulisan dalam Ilmu Rijal,
ia menyebut perkembangannya secara singkat kemudian memungkasinya dengan
mengatakan:
“Hingga Allah membangkitkan (perhatian) umat kepada ilmu Hadist dan Ilmu
Rijal, keutamaan dalam hal ini –setelah Allah Azza wa Jalla- kembali kepada
(Anak Benua) India[1],
dan yang paling agung Dairah Ma’arif[2],
sebagaimana nanti[3]”.
Muhaqqiq karya ini, Ali Hasan al-Halabi –hafidzahullah- kemudian menukilkan
pendapat Abd al-Aziz al-Khuli[4] yang
mengatakan:
“Tidak terdapat satu bangsa Islam, dengan banyak dan perbedaan jenisnya
yang memberi perhatian besar kepada Hadist di masa ini seperti saudara kita
Muslim (Anak Benua) India, terdapat para penghafal hadist dan para pelajar
hadist yang diajarkan sebagaimana ia diajarkan pada abad ketiga Hijriah, dengan
mengedepankan pemahaman dan memeriksa sanad hadist”.
Muhaqqiq kemudian mengutip pendapat Muhammad Rasyid Ridha[5] yang
mengatakan:
“Kalau bukan karena perhatian saudara kita ulama (Anak Benua) India dengan
Ilmu-ilmu Hadist pada masa ini, sungguh ia akan hilang di negeri-negeri Timur
Islam”.
Wallahua’lam.
Ngangkruk, Selasa, 22 Rajab 1440 H/28 Maret 2019 M pkl. 09.41 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar