Sabtu, 30 Maret 2019

Perhatian Ulama Anak Benua India terhadap Hadist


gambar: wikipedia

Ulama memiliki perhatian yang besar terhadap hadist Rasulullah mengingat posisinya sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur’an.
Al-Muallimi –rahimahullah- ketika menyebut penulisan dalam Ilmu Rijal, ia menyebut perkembangannya secara singkat kemudian memungkasinya dengan mengatakan:
“Hingga Allah membangkitkan (perhatian) umat kepada ilmu Hadist dan Ilmu Rijal, keutamaan dalam hal ini –setelah Allah Azza wa Jalla- kembali kepada (Anak Benua) India[1], dan yang paling agung Dairah Ma’arif[2], sebagaimana nanti[3]”. 
Muhaqqiq karya ini, Ali Hasan al-Halabi –hafidzahullah- kemudian menukilkan pendapat Abd al-Aziz al-Khuli[4] yang mengatakan:
“Tidak terdapat satu bangsa Islam, dengan banyak dan perbedaan jenisnya yang memberi perhatian besar kepada Hadist di masa ini seperti saudara kita Muslim (Anak Benua) India, terdapat para penghafal hadist dan para pelajar hadist yang diajarkan sebagaimana ia diajarkan pada abad ketiga Hijriah, dengan mengedepankan pemahaman dan memeriksa sanad hadist”.
Muhaqqiq kemudian mengutip pendapat Muhammad Rasyid Ridha[5] yang mengatakan:
“Kalau bukan karena perhatian saudara kita ulama (Anak Benua) India dengan Ilmu-ilmu Hadist pada masa ini, sungguh ia akan hilang di negeri-negeri Timur Islam”.
Wallahua’lam.

Ngangkruk, Selasa, 22 Rajab 1440 H/28 Maret 2019 M pkl. 09.41 WIB.




                [1] Penulis menggunakan istilah ini untuk menggantikan istilah (هند) yang dipakai dalam literatur Arab, yang sekarang mencakup India, Pakistan, dan Bangladesh.
                [2] Dairah Ma’arif al-Usmaniyah di Hyderabad Dekkan India, dimana al-Muallilmi bertahun-tahun tinggal disana sebagai editor yang tersohor, lihat postingan penulis tentang lembaga ini.
                [3] Al-Muallimi, Ilmu ar-Rijal wa Ahammiyatuhu, tahqiq Ali Hasan al-Halabi, (Riyadh: Dar ar-Rayah, Cet. 1, 1417 H), hlm. 59.
                [4] Miftah as-Sunnah, hlm. 165.          
                [5] Dalam mukaddimahnya atas buku Miftah Kunuz as-Sunnah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Mizzi, Ibnu Taimiyah dan Penjara Ibnu Hajar mengisahkan dalam biografi al-Mizzi bahwa ia pernah mengalami cobaan dengan dipenjara, perist...